Tanjunggunung Carnival 2025 Suguhkan 11 Sound Horeg, Warga Tumpah Ruah Menyaksikan

Jombang, Mediarakyatpost.com – Suasana Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pecah oleh sorak sorai dan dentuman musik dari sound horeg saat Tanjunggunung Carnival 2025 digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia. Warga dari berbagai kalangan tumpah ruah memadati jalan desa, menyambut rangkaian pawai budaya yang diwarnai dengan 11 unit sound horeg berkapasitas besar, menambah semarak dan energi sepanjang acara.

Pawai budaya ini menjadi agenda tahunan yang paling ditunggu masyarakat, namun tahun ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI yang ke-80. Sejak pagi, warga sudah berbondong-bondong memenuhi rute pawai, bahkan sebagian rela berdiri di pinggir jalan demi menyaksikan langsung atraksi yang ditampilkan oleh peserta.

SAMSURI Kepala Desa Tanjunggunung, yang turut hadir dan ikut dalam rombongan pawai, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat. “Acara ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana mempererat persatuan warga dan melestarikan budaya desa,” ujarnya.

Pawai dimulai dari titik kumpul di ujung desa, kemudian bergerak melewati jalan utama sambil menampilkan berbagai kreasi seni dan budaya khas lokal. Peserta pawai berasal dari perwakilan RT, kelompok pemuda, komunitas seni, hingga pelajar sekolah setempat. Keberadaan sound horeg yang berjumlah 11 unit membuat suasana semakin meriah, diiringi lantunan musik dangdut, campursari, hingga remix modern.

Selain hiburan, Tanjunggunung Carnival juga menjadi ajang unjuk kreativitas warga. Kostum unik, hiasan kendaraan, dan penampilan atraksi seni jalanan berhasil memikat perhatian penonton. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen ini melalui ponsel mereka untuk dibagikan di media sosial.

Pihak panitia mengungkapkan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah desa, karang taruna, tokoh masyarakat, hingga dukungan penuh warga. Keamanan dan kelancaran jalannya pawai juga dijaga ketat oleh aparat desa dan petugas keamanan setempat.

Dengan berakhirnya pawai di lapangan desa, masyarakat berharap kemeriahan ini dapat terus menjadi tradisi tahunan, tidak hanya sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan warga Desa Tanjunggunung.(to)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *