PENANAMAN POHON DAN DO’A BERSAMA, DIHARAPKAN TIDAK HANYA MENJADI KEGIATAN SIMBOLIK.

Blitar, Media rakyatpost.com  – Tan Ngi Hing menyampaikan pemikirannya bahwasanya pohon tidak hanya sebagai pendamping mahluk hidup, akan tetapi juga mengajarkan ketahanan maupun ketenangan, maka menurutnya tindakan menanam pohon perlu dilakukan agar terbangun keharmonian lingkungan.Tan Ngi Hing memberikan apresiasi dilaksanakan kegiatan penanaman 300 pohon di pinggir kali Karplos atau kawasan sumber air mbah Bawuk yang digelar Relawan Pelestari Sendang Mbah Bawuk pada Sabtu (7/2).

Digelarnya kegiatan swadaya masyarakat, berangkat dari sebuah kesadaran untuk merawat dan menghijaukan bumi, diikuti Majelis Pengajian Faghfirli, Gereja Kristen Jawi Wetan ( GKJW ), komunitas Sahabat Alam serta beberapa komunitas penggiat lingkungan.Dalam kegiatan, camat Sananwetan dan ketua LPMK Karangtengah ikut terlibat penanaman pohon bersama, namun ada yang berbeda dari biasanya yang mana dalam penanaman pohon di area sendang mbah Bawuk terlihat puluhan Gen Alpha dari SMPN 1, SDN Sentul dan SDN Tanjungsari dengan didampingi para guru, tampak antusias ikut menanam pohon.

Membawa semangat gerakan revolusi mental dan go green, dalam rangkaian kegiatan mengangkat tradisi ” Kenduri Polo Pendem “, diharapkan bisa mengubah pola pikir untuk generasi mendatang, dari tidak adanya kepedulian terhadap tanaman, berubah mencintai tanaman serta melahirkan budaya prinsip hijau di dalam kesehariannya, yang dimulai dari aktivitas – aktivitas kecil.

” kalau saya melihat sangat luar biasa, momentum yang tepat disaat alam sedang kurang bersahabat dan bencana alam terjadi di beberapa tempat, kita tetap kompak, kita bersama, yang mana seluruh elemen masyarakat penggiat lingkungan bergerak bersama.Dan yang cukup menggembirakan ada puluhan siswa terlihat semangat menanam pohon.
Kita butuh kebersamaan, apalagi pada prosesi acara tadi luar biasa.Ada beberapa hal yang saya amati ada do’a bersama, dimana do’ a dilakukan dengan cara muslim dan do’a yang dilakukan dengan cara nasrani dalam satu acara, ini menandakan bahwa kita bersama.Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli dengan kelestarian alam.” terang Tan Ngi Hing kepada Harian Forum.com usai menanam pohon pule.

Meskipun saat ini sebagai anggota DPRD Kota Blitar, namun dalam acara tanam dan do’a bersama serta kenduri polo pendem, Tan Ngi Hing mengaku kehadirannya bukan sebagai politisi maupun legislator, akan tetapi hadir sebagai penggiat lingkungan yang terus mendukung kegiatan kelestarian alam.Dikatakan, acara yang digelar di sendang mbah Bawuk pada saat ini, diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan simbolik, akan tetapi menjadi momen yang penting untuk aktivitas pelestarian lingkungan yang hijau sebagai wahana edukasi bagi generasi terutama bagi generasi Z dan generasi Alpha, serta menjadi upaya dapatnya menimilasir dampak krisis iklim.

Dirinya menandaskan acara yang diinisiasi Relawan Pelestari Sendang Mbah Bawuk saat ini membawa tiga visi besar, bahwa penanaman pohon dapat menciptakan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk saat ini dan diwariskan pada generasi yang akan datang.Sementara do’a bersama, menurut Tan Ngi Hing akan meningkatkan spiritualitas, membangun suasana maupun kondisi yang damai tanpa memperselisihkan keyakinan agama, serta memperkuat solidaritas.Sedangkan digelarnya kenduri polo pendem, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, sarana memohon doa keselamatan dan keberkahan, serta membangun wahana silaturahmi, tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Sebelum dilakukan penanaman pohon, iman Majelis Pengajian Faghfirli dan pendeta GKJW Blitar dengan khusyu memimpin do’a, dengan berharap dapatnya acara yang diselenggarakan mendapat kemudahan dan diberi keberkahan.

” harapan kami, dengan kegiatan ini kita selalu mencintai lingkungan dan selalu berbuat yang terbaik.Menanam pohon kebutuhannya tidak hanya untuk saat ini tetapi juga kedepan, untuk anak cucu kita ” tandasnya.(sas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *