JOMBANG, mediarakyatpost– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menitipkan dua pesan penting kepada pelajar di Jombang: jangan sampai putus sekolah dan jangan berhenti berprestasi.
Pesan itu disampaikan Khofifah saat menyerahkan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi sekaligus memberikan apresiasi kepada pelajar berprestasi jenjang SMA, SMK, dan SLB di Aula Gedung SMKN 3 Jombang, Jumat (28/8/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., perwakilan Bupati Jombang, Kapolres Jombang, Ketua MKKS SMA-SMK-SLB Negeri Jombang, serta ratusan siswa penerima bantuan dan wali murid.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, mengatakan tahun ini Pemprov Jatim menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 50.000 anak di seluruh Jawa Timur melalui skema afirmasi.
Khusus Kabupaten Jombang, sebanyak 112 murid hadir langsung dalam penyerahan simbolis. Sementara sekitar 1.998 murid lainnya akan menerima bantuan secara bertahap melalui sekolah masing-masing. Total ada 2.110 siswa Jombang yang menjadi penerima.
“Harapan kita dan harapan Ibu Gubernur tentunya tidak ada anak yang tidak bersekolah, tidak ada anak yang putus di perjalanan untuk tidak melanjutkan pendidikannya,” ujar Aries.
Menurut Aries, bantuan ini tidak hanya untuk memastikan anak tetap duduk di bangku sekolah. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi jalan bagi anak untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi setinggi-tingginya.
Selain memastikan keberlangsungan pendidikan, Pemprov Jatim juga memberi perhatian khusus kepada siswa berprestasi. Aries menyebut, pelajar dari Jombang telah menorehkan 193 prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional sepanjang tahun ini.
“Kita tidak berhenti di 193. Kita ingin anak-anak Jombang menghasilkan prestasi terbaik, bukan hanya lokal dan nasional, bahkan di tingkat internasional,” tegasnya.
Ia mendorong sekolah, guru, dan orang tua untuk terus memfasilitasi siswa agar berani mengikuti kompetisi. Menurutnya, prestasi adalah bukti bahwa anak-anak Jatim mampu bersaing di kancah global.
Apresiasi secara langsung diberikan kepada sejumlah pelajar berprestasi asal Jombang. Di antaranya Agung Widianto dari SMKN 1 Jombang, Shindy Wulansari dari SMKN 2 Jombang, Jihan Akbar Sifansyah dari SMKN 3 Jombang, dan Ilham Faturakhman dari SMKN Gudo.
Kepala SMKN Gudo, Itha Pujiarti, S.S.,M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas apresiasi yang diterima siswanya.
“Ini bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat siswa, serta dukungan para guru. Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik bagi siswa lain untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani bersaing di tingkat lebih tinggi,” ungkap Itha.
Ia menambahkan, SMKN Gudo akan terus mendorong program penguatan skill dan pembinaan lomba agar siswa tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berprestasi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah kembali mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan. Ia berpesan agar tidak ada satu pun anak di Jombang yang tertinggal karena masalah ekonomi.
“Jangan putus sekolah. Apapun kondisinya, sekolah harus jalan terus. Dan jangan berhenti berprestasi. Tunjukkan bahwa anak Jombang bisa mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat dunia,” pesan Khofifah yang disambut tepuk tangan para siswa.
Dengan bantuan biaya pendidikan dan apresiasi prestasi ini, Pemprov Jatim berharap lahir lebih banyak generasi Jombang yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (ze)





