JOMBANG, mediarakyatpost– Sebanyak 556 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada (1/9/26). Saat ini, sampel makanan dan muntahan korban sedang diperiksa di laboratorium guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kasus ini memicu gelombang pertanyaan publik terkait tanggung jawab dan keterbukaan pelaksanaan program MBG, khususnya yang beroperasi di lingkungan lembaga pendidikan pesantren.
Merespons peristiwa itu, Ketua PAC PERGUNU Jombang, Gus Faiz, mendesak kalangan ulama terutama KH. Miftakhul Akhyar untuk bersuara. Menurutnya, keselamatan dan nyawa santri tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik maupun birokrasi.
“Jika sebelumnya telah dilakukan Bahtsul Masail terkait MBG, mengapa hasilnya belum dipublikasikan secara terbuka? Umat berhak tahu pertimbangan dan rekomendasinya,” ujar Gus Faiz, Kamis (3/9/2026).
Ia menegaskan, ulama wajib hadir dan menjadi penengah ketika umat menghadapi persoalan mendesak. Forum Bahtsul Masail, lanjutnya, harus berfungsi sebagai suara moral dan ilmiah, bukan wadah yang hasilnya disimpan rapat-rapat tanpa diketahui publik.
“Publikasikan hasilnya. Biarkan umat menilai sendiri. Jangan sampai persoalan keselamatan santri ini tenggelam begitu saja,” tegasnya.
Sampai berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian resmi mengenai nasib program MBG: apakah akan dievaluasi, dihentikan sementara, atau tetap dilanjutkan dengan perbaikan menyeluruh dalam sistem pengawasan. (Nic)





