Langsung ke konten
Senin, 10 Agustus 2026
Politik & Pemerintahan

Perkuat Kompetensi Konsultan Jasa Konstruksi, Dinas PUPR Kabupaten Jombang Gelar Bimbingan Teknis MEP Gedung untuk Tingkatkan Kualitas Layanan PBG dan SLF

Bagikan

Jombang, Media rakyatpost.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan bangunan gedung terus diwujudkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi. Melalui Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Mewujudkan MEP Gedung yang Andal dan Aman Sesuai Kaidah PBG dan SLF”, yang berlangsung selama dua hari, pada 4–5 Agustus 2026, bertempat di Ruang Bung Tomo Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 tenaga ahli konsultan jasa konstruksi dari berbagai perusahaan konsultan di Kabupaten Jombang. Bimbingan teknis tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jombang dalam memperkuat kompetensi tenaga profesional di bidang perencanaan bangunan gedung, khususnya pada aspek Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) yang kini menjadi salah satu komponen penting dalam proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Bambang Suntowo, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik di bidang penyelenggaraan bangunan gedung sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang memahami regulasi sekaligus menguasai aspek teknis perencanaan bangunan.

Menurutnya, layanan PBG dan SLF bukan sekadar proses administrasi perizinan, melainkan instrumen penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin bahwa bangunan yang didirikan telah memenuhi standar keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi masyarakat.

“Setiap tahun jumlah permohonan PBG dan SLF terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menuntut tersedianya tenaga ahli yang memiliki kompetensi memadai, baik pada bidang arsitektur, struktur maupun Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP), sehingga proses perencanaan, pemeriksaan dokumen hingga penerbitan perizinan dapat berjalan sesuai ketentuan teknis yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, masih terdapat konsultan yang perlu meningkatkan pemahaman, khususnya terkait perencanaan sistem MEP. Oleh sebab itu, pelaksanaan bimbingan teknis ini diharapkan mampu menjadi sarana peningkatan kapasitas sekaligus penyamaan persepsi terhadap regulasi terbaru, sehingga pelayanan PBG dan SLF di Kabupaten Jombang dapat berlangsung semakin cepat, profesional, dan berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Jombang turut memberikan apresiasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Jombang bersama Paguyuban Elektro Jawa Timur atas kolaborasi yang telah terjalin dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, praktisi, dan dunia industri dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan bangunan gedung di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Agung Setiaji, S.T., M.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Jasa Konstruksi yang secara berkelanjutan dilaksanakan Dinas PUPR untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Jombang.

Ia menuturkan bahwa peningkatan kemampuan konsultan dalam merancang sistem MEP merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan, mengingat perkembangan pembangunan gedung saat ini semakin kompleks dan menuntut penerapan teknologi yang lebih modern serta kepatuhan terhadap regulasi nasional.

“Bimbingan teknis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan setiap tenaga ahli jasa konstruksi memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan regulasi, standar teknis, dan kebutuhan pembangunan saat ini. Kompetensi yang baik akan menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas, mempermudah proses pelayanan PBG dan SLF, serta mendukung terwujudnya bangunan gedung yang andal, aman, dan layak fungsi,” jelas Agung Setiaji.

Ia menambahkan bahwa perkembangan sektor konstruksi di Kabupaten Jombang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Dinas PUPR akan terus melakukan pembinaan melalui berbagai program pelatihan, bimbingan teknis, hingga peningkatan kompetensi bagi para pelaku jasa konstruksi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif dari para narasumber yang berasal dari unsur pemerintah, praktisi profesional, akademisi, serta dunia industri. Materi pertama membahas “Regulasi yang Mengacu pada TABG dan SLF” yang disampaikan oleh Ir. Sjamsjul Anam, S.T., M.T., sebagai penguatan pemahaman terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan bangunan gedung.

Selanjutnya peserta memperoleh materi “Konsep MEP Keseluruhan Bangunan Gedung” yang dipaparkan oleh Ir. Eko Suryanto Wibisono, S.T., selaku Ketua Paguyuban Elektro Jawa Timur. Materi ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya integrasi sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing sejak tahap perencanaan guna menghasilkan bangunan yang efisien, aman, dan memenuhi standar teknis.

Pada sesi berikutnya, peserta mendalami materi teknis mengenai sistem Mekanikal yang disampaikan oleh Ir. Edy Irwanto, S.T. bersama Haryo Setiawan, S.T. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Elektrikal dan Elektronika, meliputi penyusunan gambar kerja, Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta Rencana Anggaran Biaya (RAB), yang disampaikan oleh Ir. Eko Suryanto Wibisono, S.T. bersama Ir. Edy Irwanto, S.T.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan konstruksi yang aman dan berkelanjutan, peserta juga memperoleh materi mengenai Integrasi Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang disampaikan oleh Ir. Achmad Syahid, S.T., M.T. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi studi kasus dan uji kompetensi, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik penyusunan dokumen perencanaan bangunan gedung.

Melalui penyelenggaraan bimbingan teknis ini, Dinas PUPR Kabupaten Jombang berharap lahir tenaga-tenaga konsultan yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan regulasi, serta mampu menerapkan standar teknis MEP secara tepat dalam setiap tahapan perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan.

Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) secara lebih efektif, akuntabel, transparan, dan berkualitas. Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang untuk menghadirkan bangunan gedung yang andal, aman, nyaman, berkelanjutan, serta mampu memberikan perlindungan dan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang semakin maju dan berdaya saing.(nic)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *