Langsung ke konten
Jumat, 24 Juli 2026
Peristiwa

Revitalisasi Rp1,6 Miliar di SMAN Bandarkedungmulyo Dimulai, Publik Minta Transparansi

Bagikan

JOMBANG, mediarakyatpost– Pemerintah pusat melalui Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kemendikdasmen, menggelontorkan anggaran Rp1.625.603.000 dari APBN Tahun Anggaran 2026 untuk revitalisasi SMAN Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Program ini mencakup rehabilitasi 4 gedung administrasi dan 6 ruang kelas. Pengerjaan ditargetkan 180 hari kalender, dimulai 23 Juni 2026.

Informasi tersebut tercantum di papan proyek yang terpasang di lingkungan sekolah. Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan sesuai standar nasional.

Di balik besarnya anggaran, pelaksanaan proyek menjadi perhatian publik. Setiap pembangunan dengan dana negara harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keberadaan papan informasi dinilai baru langkah awal keterbukaan. Masyarakat juga berhak mengetahui siapa pelaksana pekerjaan, mekanisme pengawasan, progres pembangunan, hingga kualitas material yang digunakan.

Pengawasan menjadi krusial karena proyek ini adalah investasi jangka panjang pendidikan. Bangunan yang dihasilkan harus berkualitas dan memberi rasa aman bagi guru serta siswa selama bertahun-tahun.

Prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam proyek pemerintah tidak dapat ditawar. Seluruh tahapan perlu diawasi ketat agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan keuangan negara maupun menurunkan mutu hasil.

Saat tim media mendatangi SMAN Bandarkedungmulyo, Kamis (23/7/2026), Kepala Sekolah Sudijono belum dapat ditemui. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, yang bersangkutan sedang menjalankan kegiatan di luar kantor.

Belum adanya keterangan resmi membuat sejumlah pertanyaan publik belum terjawab. Mulai dari progres pekerjaan, pola pengawasan, koordinasi dengan pelaksana proyek, hingga langkah agar proses belajar mengajar tidak terganggu selama rehabilitasi.

Keterbukaan informasi dari penyelenggara dinilai penting agar tidak memunculkan spekulasi. Apalagi proyek ini menggunakan anggaran negara dari pajak masyarakat.

Selain pengawasan internal kementerian dan konsultan pengawas, partisipasi masyarakat juga penting. Masyarakat berhak menyampaikan masukan atau melaporkan jika menemukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, material tidak standar, keterlambatan, maupun dugaan penyimpangan.

Dengan nilai proyek cukup besar, revitalisasi SMAN Bandarkedungmulyo diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menghasilkan bangunan kokoh dan berkualitas untuk menunjang mutu pendidikan di Jombang.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN Bandarkedungmulyo belum memberikan keterangan resmi. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah dan instansi terkait sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan. bersambung. (Tim)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *