Langsung ke konten
Kamis, 23 Juli 2026
Pendidikan & Budaya

Tekan Kenakalan Remaja, Pemkab Jombang Gembleng Duta GenRe Jadi Panutan dan Mitra Edukasi

Bagikan

JOMBANG, mediarakyatpost– Maraknya isu kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang memperkuat peran Duta Generasi Berencana (GenRe). Para remaja terpilih disiapkan menjadi panutan sekaligus tempat curhat yang aman bagi teman sebaya.

Langkah ini terbukti efektif. Berdasarkan hasil evaluasi DPPKB PPPA, sekolah yang aktif melibatkan siswanya dalam kegiatan GenRe mencatatkan penurunan tingkat kenakalan remaja secara signifikan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Kabupaten Jombang, Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, menegaskan pentingnya membekali remaja agar mampu membentengi diri dan lingkungannya.

“Banyak persoalan remaja yang kita hadapi saat ini. Nah, Duta GenRe ini bisa menjadi panutan di sekolah atau lingkungan masing-masing. Mereka menjadi rujukan, seperti inilah sosok remaja yang positif dan berprestasi,” ujar Ning Eyik, sapaan akrabnya, Kamis (23/7/2026).

Ajang Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Jombang 2026 berlangsung di Aula Bung Tomo Setdakab Jombang. Antusiasme tinggi terlihat dari 125 peserta yang mendaftar dari berbagai sekolah, termasuk dari wilayah pinggiran seperti Kecamatan Ngoro.

Setelah melalui seleksi ketat, terpilih 10 pasang finalis yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri untuk maju ke babak final.

Para peserta tidak hanya tampil catwalk. Mereka diuji wawasan kritis terkait 3 materi utama:
1. *Ketahanan & Kesejahteraan Keluarga*: Cara membangun keluarga tangguh sejak dini
2. *Program Keluarga Berencana (KB)*: Edukasi kesiapan hidup berkeluarga
3. *Kreativitas & Karya*: Mendorong remaja tetap produktif dan berkarya positif

Pemkab Jombang memastikan tugas Duta GenRe tidak berhenti setelah piala diserahkan. DPPKB PPPA bersama BKKBN telah menyiapkan program pendampingan berkelanjutan.

Para Duta GenRe akan terjun ke lapangan sebagai mitra strategis pemerintah. Tugasnya mengedukasi sesama remaja tentang bahaya risiko Triad KRR: Seks Bebas, Pernikahan Dini, dan NAPZA. Serta mendorong usia pernikahan ideal, minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

“Mereka akan kita ajak bersinergi membawakan program-program BKKBN di lapangan. Ada pendampingan secara terus-menerus, baik dari kami maupun dari pusat,” jelas Dr. Ma’murotus.

Mengakhiri keterangannya, ia menekankan pembinaan remaja hari ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan Generasi Emas.

“Remaja adalah masa depan bangsa. Mewujudkan Generasi Emas itu tergantung dari apa yang kita bekalkan kepada remaja-remaja ini sekarang,” pungkasnya. (nic)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *