Jombang, Media rakyatpost.com – Pedagang Pasar Ploso Jombang masih khawatir tentang nasib mereka menjelang kepindahan ke bangunan baru. Salah satu pedagang, Yusuf Efendi, mengaku belum jelas apakah akan mendapat kios/lapak di lokasi baru, meski sudah menemui mantri pasar dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang.
“Saya ini pedagang lama, tapi sampai sekarang tidak mendapat kios atau lapak di pasar baru yang di timur jalan. Saya sudah bertemu mantri pasar dan juga datang ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang, namun jawabannya gedung baru Pasar Ploso sudah penuh,” ujarnya.
Yusuf Efendi telah mengirim surat permohonan salinan aturan teknis pemanfaatan fasilitas pasar, termasuk regulasi pembagian kios atau lapak. Ia mempertanyakan aturan resmi dari Disdagrin terkait pedagang lesehan dan bedak di tahun 2017, karena ia dikategorikan sebagai pedagang lesehan dan tidak mendapat kios/lapak.
Banyak pedagang lain juga masih belum mendapatkan kios/lapak di gedung pasar baru. Mereka meminta Bupati Jombang turun tangan langsung ke lapangan untuk memastikan proses relokasi berjalan adil dan transparan.
“Anehnya sampai saat ini saya dan pedagang yang lain tidak pernah dapat undangan resmi sosialisasi aturan teknis pemanfaatan fasilitas pasar atau undangan resmi lotre kios/lapak di gedung baru pasar ploso yang bersebelahan Terminal,” katanya.
Yusuf Efendi dan teman-teman pedagang pasar lainnya berharap Bupati Jombang dapat membantu menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa proses relokasi berjalan dengan baik. (end)





