JOMBANG, Mediarakyatpost,-
Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak setiap siswa atas dokumen penting kelulusan tanpa terkendala biaya, SMK Negeri Gudo berpartisipasi dalam program “Aksi Penyerahan Ijazah ke Rumah Siswa” yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan hak atas ijazah mereka tanpa terkendala biaya.
Itha Pujiarti, S.S., M.Pd, Kepala Sekolah SMK Negeri Gudo mengatakan dalam program ini, SMK Negeri Gudo mengantarkan ijazah siswa ke rumah masing-masing terhadap siswa yang lulusan mulai dari tahun 2010-2024 akan diserahkan dalam program ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ijazah siswa diserahkan secara tepat sasaran dan tanpa adanya pungutan biaya.
“Sesuai perintah kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bahwa tidak boleh ada penahanan ijazah lagi, bahkan bagi siswa yang masih memiliki tunggakan administrasi, sehingga memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan hak atas ijazah mereka. Bahkan, jika memang harus diantarkan ke rumah, maka pihak sekolah harus proaktif,” Jelas Itha
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menginstruksikan seluruh SMA/SMK Negeri di wilayahnya untuk tidak lagi menahan ijazah milik siswa.
“Kami tidak ingin lagi mendengar ada penahanan ijazah. Ijazah adalah hak siswa setelah menyelesaikan pendidikan, dan sekolah tidak boleh menahannya,” kata Aries
Aries mengatakan langkah ini diambil guna memastikan para lulusan dapat segera menggunakan dokumen penting tersebut untuk keperluan melamar kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dinas Pendidikan Jawa Timur menargetkan tidak ada lagi ijazah yang tertahan di sekolah hingga akhir 2025.
Aries meminta pihak sekolah melakukan jemput bola dengan mengantarkan ijazah langsung ke rumah siswa, terutama bagi siswa yang terkendala mengambilnya, karena alasan pekerjaan atau sudah berpindah tempat tinggal.
“Tidak ada alasan bagi sekolah untuk menahan ijazah. Ini dokumen resmi negara, dan harus diberikan tanpa pungutan biaya apa pun, termasuk saat diambil di sekolah maupun diantar ke rumah,” ujar Aries
Aries juga meminta seluruh cabang dinas pendidikan di 24 wilayah kerja Jawa Timur untuk memantau langsung distribusi ijazah di tiap sekolah. Ia menekankan agar proses pembagian dilakukan secara masif dan transparan.
Lanjut Itha, bahwa SMK Negeri Gudo berkomitmen untuk mendukung program ini dan memastikan bahwa ijazah siswa diserahkan secara gratis dan tepat sasaran. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membantu siswa dan orang tua yang memiliki kendala dalam mengambil ijazah.
“Sebagian siswa memang datang langsung ke sekolah untuk mengambil ijazah mereka. Namun, ada juga yang belum sempat mengambil karena berbagai kesibukan. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mengantarkan ijazah secara door to door ke rumah mereka,” Pungkas Itha (CHANDRA)







