JOMBANG, mediarakyatpost– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 3 Jombang tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan peserta didik baru, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta kesiapan siswa dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan sekolah yang baru.
Dengan suasana penuh semangat dan antusias, sebanyak 288 peserta didik baru kelas VII mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Berbagai agenda edukatif diberikan untuk mengenalkan budaya sekolah, nilai-nilai karakter, hingga program pembelajaran yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Jombang.
Kepala SMP Negeri 3 Jombang, Wiwik Astutik, S.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS hari ini diawali dengan berbagai kegiatan, mulai dari pengenalan visi dan misi sekolah, senam pagi bersama, hingga upacara bendera sebagai bentuk penanaman nilai kedisiplinan dan rasa cinta terhadap lingkungan sekolah maupun bangsa.

“Pada kegiatan hari ini kami memberikan pengenalan visi dan misi sekolah kepada anak-anak. Selain itu ada kegiatan senam pagi, upacara bendera, kemudian pengenalan mata pelajaran, pengenalan guru, serta pengenalan sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 3 Jombang,” ujar Wiwik.
Menurutnya, pengenalan visi dan misi sekolah menjadi bagian penting agar siswa baru memahami arah pendidikan yang akan mereka jalani. Sekolah ingin membangun peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter, etika, dan kepribadian yang baik.
Salah satu nilai utama yang ditanamkan dalam MPLS adalah budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Melalui kebiasaan tersebut, sekolah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, nyaman, serta penuh dengan sikap saling menghargai.
“Anak-anak kami arahkan untuk membiasakan 5S dalam kehidupan sehari-hari. Hal sederhana seperti senyum, memberi salam, menyapa, bersikap sopan dan santun merupakan bagian dari pembentukan karakter. Harapannya kebiasaan baik ini tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga ketika mereka berada di tengah masyarakat,” jelasnya.
Wiwik menambahkan, selama MPLS peserta didik juga diberikan berbagai pembiasaan positif, seperti program Aku Anak Indonesia Hebat, kegiatan refleksi, pengisian jurnal kegiatan harian, pembiasaan salat Zuhur berjamaah, serta kegiatan pagi ceria dan senang bersama. Program tersebut dirancang agar siswa mampu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta memiliki rasa nyaman dalam mengikuti proses belajar.
Selain itu, sekolah juga mengenalkan tata tertib dan aturan yang berlaku di lingkungan SMP Negeri 3 Jombang. Menurut Wiwi, pemahaman terhadap aturan sejak awal sangat penting karena siswa tidak hanya berada dalam lingkungan sekolah, tetapi nantinya juga akan menjadi bagian dari masyarakat.
“Anak-anak ini merupakan siswa baru yang sedang beradaptasi. Kami berikan pemahaman tentang aturan dan kedisiplinan. Tujuannya agar mereka terbiasa menghargai aturan, sehingga ketika berada di lingkungan masyarakat mereka juga mampu menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku,” ungkapnya.
Dalam kegiatan MPLS tersebut, SMP Negeri 3 Jombang juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal organisasi sekolah, khususnya OSIS. Para siswa diberikan pemahaman mengenai fungsi, peran, serta program kerja OSIS sebagai wadah pengembangan bakat, kepemimpinan, dan kreativitas peserta didik.
“OSIS memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan sekolah. Anak-anak perlu memahami bahwa organisasi bukan hanya tentang kegiatan, tetapi juga tempat belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan diri,” tuturnya.
Menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, SMP Negeri 3 Jombang juga memberikan perhatian terhadap pemanfaatan digital secara bijak. Sekolah mendorong siswa agar mampu menggunakan teknologi sebagai sarana belajar dan meningkatkan prestasi, bukan hanya sebagai hiburan.
“Perkembangan digital harus memberikan dampak positif bagi anak-anak. Kami berharap mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan literasi, memperluas wawasan, dan mendukung prestasi akademik maupun nonakademik,” kata Wiwik.
Tidak kalah penting, SMP Negeri 3 Jombang juga menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Menurut Wiwi, menciptakan sekolah yang aman dan nyaman menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, siswa, dan orang tua.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, sekolah telah menyiapkan kegiatan sosialisasi dengan menghadirkan pihak terkait, termasuk rencana melibatkan Polsek setempat untuk memberikan edukasi mengenai bahaya bullying dan dampaknya terhadap korban.
“Kami akan memberikan sosialisasi tentang bullying dan perundungan. Anak-anak perlu memahami apa yang dimaksud bullying, bagaimana bentuk-bentuknya, serta bagaimana cara mencegahnya. Kami juga sudah menyampaikan kepada wali murid agar bersama-sama mengawasi dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman,” jelasnya.
Ia menegaskan, terkadang tindakan yang dianggap sebagai candaan oleh sebagian siswa dapat berdampak buruk bagi siswa lain. Karena itu, seluruh warga sekolah harus memiliki kepedulian dan empati dalam berinteraksi.
“Jangan sampai ada anak yang merasa dikucilkan atau diperlakukan tidak baik oleh teman-temannya. Hal-hal kecil yang terlihat sederhana harus menjadi perhatian agar tidak berkembang menjadi tindakan perundungan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan MPLS ini, SMP Negeri 3 Jombang berharap seluruh peserta didik baru mampu mengenal lingkungan sekolah dengan baik, memiliki karakter positif, disiplin, percaya diri, serta siap mengikuti proses pembelajaran dengan semangat baru.
“Harapan kami anak-anak bisa berkembang lebih baik lagi, baik dari sisi akademik maupun karakter. Mereka mampu menjadi generasi yang berprestasi, beretika, memiliki kepedulian sosial, dan membawa nama baik SMP Negeri 3 Jombang,” pungkas Wiwik Astutik. (ber)





