RUANG SPONSOR Kemitraan Terbuka: Pasang pengumuman bisnis, advokasi, atau advertorial Anda di posisi teratas situs.
Hubungi Redaksi →
Sabtu, 19 September 2026 | Edisi Nasional Indonesia | Jakarta 29°C Cerah Berawan
Saluran WA
ADVERTISEMENT / IKLAN
ADVERTISEMENT / IKLAN
Politik & Pemerintahan LIPUTAN EKSKLUSIF

Revitalisasi dan Go Digital Jurus Disperindag Jombang Selamatkan Pasar Tradisional

Ukuran Teks:
KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Sebelum Teks Konten (Above Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

JOMBANG, mediarakyatpost– Pasar tradisional di Kabupaten Jombang tertekan. Banyak pedagang memilih menutup lapak dan keluar karena pendapatan tak sebanding dengan biaya operasional. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Anjik Eko Saputro, S.H., M.Si. menyebut kondisi ini tak bisa dibiarkan.

“Intinya banyak pedagang yang menutup lapak karena kurang pendapatan. Akhirnya mereka keluar dari pasar. Padahal fungsi lapak itu harus dimanfaatkan. Sekarang kami kembalikan fungsi lapak yang selama ini tidak digunakan agar pedagang cepat dapat pembeli,” ujar Anjik, Rabu (4/6/2026).

Anjik mengakui pengaruh minimarket modern dan toko retail modern ke pasar tradisional memang besar. Pola belanja masyarakat berubah. Warga kini lebih suka belanja online semua kebutuhan sekaligus di satu tempat yang nyaman dan ber-AC.

KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Injeksi Otomatis Tengah Teks (Mid-Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

“Pengaruh minimarket modern ke aktivitas pasar memang ada. Karena di pasar modern masyarakat bisa belanja semua kebutuhan sekaligus. Itu kelemahannya pasar tradisional. Dampaknya sudah terasa, banyak pembeli beralih ke pasar modern,” jelasnya.

Akibatnya, lapak pakaian, sembako, hingga kebutuhan rumah tangga di pasar tradisional sepi. Pedagang baju misalnya, kalah saing bukan soal model dan harga, tapi soal cara jual dan suasana toko.

Disdagrin Jombang menyiapkan dua langkah strategis. Langkah pertama, revitalisasi pasar. Pemerintah akan membenahi sarana dan prasarana agar pasar lebih aman, nyaman, dan bersih.

“Harapan kami pedagang tetap bertahan. Makanya pasar harus direvitalisasi. Dari segi sarana prasarananya kami buat dalam keadaan baik, aman, lama, dan bersih. Kalau pasarnya bagus, pembeli pasti tertarik masuk,” tegas Anjik.

Langkah kedua, dorong pedagang masuk ke ekosistem digital. Anjik mencontohkan pedagang pakaian. Model baju di pasar tradisional tidak kalah dengan toko modern. Harga pun masih bersaing. Yang perlu diubah adalah cara jualan.

“Pedagang baju bisa juga beralih online. Jual lewat marketplace atau media sosial. Jangkauannya lebih luas, tidak hanya nunggu pembeli datang ke pasar. Ini cara pedagang adaptasi dengan zaman,” katanya.

lanjut Anjik, akan terus memotivasi dan mendampingi pedagang. Tujuannya mengembalikan fungsi pasar seperti semula sebagai pusat ekonomi rakyat yang hidup dan berdaya saing.

“Pedagang keluar karena cepat dapat pembeli di luar pasar. Tugas kami bikin pasar ini lebih menarik dari luar. Caranya ya benahi fisik pasar dan upgrade cara jual pedagang,” pungkasnya. (ber)

KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Setelah Teks Konten (Below Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

Redaktur & Jurnalis

redaksi

Jurnalis independen Media Rakyat Post yang fokus meliput isu kebijakan publik, ekonomi kebangsaan, dan investigasi mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN MELAYANG Ruang promosi eksklusif melayang di bawah layar tersedia untuk bisnis Anda.
Pasang Iklan →