Langsung ke konten
Rabu, 8 Juli 2026
Peristiwa

USULAN NASDEM PARLIAMENTARY THRESHOLD 7%, BUKAN MEMPERSEMPIT PINTU MASUK PSI KE PARLEMEN.

Bagikan

Blitar, Media rakyatpost.com  –  Kepada wartawan usai melakukan ziarah ke makam Bung Karno pada Selasa (4/3), wakil ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat ( DPP Partai Nasdem ) Saan Mustopa, menampik pandangan bahwa usulan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 7% di pemilu 2029 yang diusulkan Partai Nasdem merupakan manuver politik mempersulit langkah partai politik lain bisa melenggang ke gedung senayan.Ditambah lagi, usulan tentang ambang batas parlemen dikaitan adanya kader – kader Partai Nasdem yang telah melakukan eksodus ke partai politik lain, Saan mengungkapkan hal tersebut tidak ada relevansinya sama sekali.

Dalam ziarah ke makam proklamator Ir Soekarno, wakil ketua umum DPP Partai Nasdem didampingi anggota DPR RI fraksi Nasdem Nurhadi, bupati Blitar Rijanto, walikota Blitar Syauqul Muhibin, wakil walikota Blitar Elim Tyu Samba, dan anggota DPRD Kabupaten Blitar dari partai Nasdem serta jajaran pengurus DPD Kabupaten dan Kota Blitar.

Ditanya wartawan tentang usulan parliamentary threshold 7% pada pemilu 2029 yang akan datang kemungkinan adanya indikasi diarahkan ke Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ), Saan menjawab pertanyaan wartawan dengan menegaskan 7% ambang batas parlemen yang diusulkan Partai Nasdem bukan hanya pada pemilu yang akan datang.Dijelaskan Saan Mustopa, Partai Nasdem sudah mengusulkan ambang batas parlemen 7% pada pemilu 2014, kemudian di pemilu 2019 usulan tetap disampaikan, begitu juga pada pemilu 2024, dan di pemilu 2029 nanti, Partai Nasdem tetap konsisten mengusulkan 7%.Menurutnya, langkah yang diambil partainya merupakan upaya untuk memperkuat sistem presidensial menciptakan koalisi yang lebih stabil, bukan untuk mempersempit pintu masuk partai – partai politik lainnya ke parlemen.

” pembahasan untuk undang – undang pemilu tidak pernah berubah sikapnya 7 persen.Menjelang pemilu 2014 pemilu pertama yang diikuti oleh Nasdem, sudah mengusulkan parliamentary threshold 7 persen.Di 2019, Nasdem tetap mengusulkan 7 persen dan 2024, Nasdem tetap mengusulkan 7 persen.Jadi nanti untuk 2029, Nasdem tetap konsisten 7 persen.Kenapa, kita ingin yang namanya partai dalam presidensial harus didukung oleh partai yang lebih sederhana.Jangan sampai kita sistem presidensial, tapi parlemennya multi partai, jadi seperti rasa parlementer.Maka perlu kita selaraskan dan salah satunya thresholdnya ” jelas Saan Mustopa.

” tidak ada mengarahkan, kalau diarahkan ke PSI sebelum PSI ada, kita mengusulkan 7 persen, terus 2019 kita mengusulkan 7 persen.Jadi sebelum PSI ada kita mengusulkan 7 persen, itu dari dulu dan tidak berubah.Jadi tidak ada kaitannya dengan partai lain, ini murni kita konsisten dengan sikap kita, karena kita ingin yang namanya sistem pemerintahan dengan kepartaian saling menopang ” pungkas Saan Mustopa dengan menandaskan di pembahasan undang – undang pemilu, Nasdem dari dulu tetap memperjuangkan.( sas ).

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *