Pemkab Jombang Rehabilitasi 6 SMPN dengan Anggaran Rp 1,12 Miliar

Jombang, mediarakyatpost – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,12 miliar untuk rehabilitasi 6 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Jombang pada tahun anggaran 2026.

Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, menyatakan bahwa program rehabilitasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif dan nyaman.

“Jumlah sekolah yang direhab tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Total anggarannya sekitar Rp 1,12 miliar dan dialokasikan untuk enam SMPN,” ujar Wor Windari, Sabtu (7/2/2026).

Rehabilitasi yang dilakukan meliputi perbaikan ruang penunjang sekolah, rehabilitasi sedang hingga berat, hingga pembangunan ruang kelas baru (RKB). Beberapa sekolah yang mendapatkan alokasi rehabilitasi antara lain SMPN 1 Jombang, SMPN 2 Ploso, SMPN 4 Jombang, SMPN 1 Diwek, SMPN 2 Jogoroto dan SMPN 2 Sumobito

SMPN 1 Jombang menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan alokasi rehabilitasi ruang UKS dengan anggaran Rp 32 juta. Ruang UKS memiliki fungsi vital dalam mendukung layanan kesehatan dasar bagi peserta didik.

Sementara itu, SMPN 2 Ploso memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 150 juta untuk rehabilitasi laboratorium sekolah. Perbaikan fasilitas laboratorium ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran praktik, khususnya pada mata pelajaran sains.

Selain rehabilitasi, Disdikbud Jombang juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 4 Jombang dan SMPN 1 Diwek dengan anggaran masing-masing Rp 198 juta. Pembangunan RKB ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan jumlah peserta didik sekaligus untuk mengurangi kepadatan ruang belajar.

Rehabilitasi ruang guru dan kepala sekolah juga dilakukan di SMPN 2 Jogoroto dan SMPN 2 Sumobito. Perbaikan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih representatif dan nyaman, sehingga dapat menunjang kinerja guru dan manajemen sekolah.

“Rehabilitasi ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran praktik, khususnya pada mata pelajaran sains, sehingga proses belajar tidak hanya bersifat teoritis,” tambah Wor Windari.

Selain program rehabilitasi, Disdikbud Jombang juga berharap dapat menerima bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat pada tahun 2026. Namun, sekolah-sekolah penerima program revitalisasi tersebut masih belum diumumkan secara resmi.

Dengan fasilitas yang lebih layak dan memadai, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif, aman, dan nyaman, serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jombang secara berkelanjutan. (ber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *