Jombang, Mediarakyatpost.com –Suasana penuh semangat dan semarak mewarnai rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Dusun Gambang, Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, yang digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, 18 Juli 2025 hingga Minggu, 20 Juli 2025. Acara yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat.
Rangkaian acara dimulai pada Jumat, 18 Juli 2025, dengan Tasyakuran atau Kenduren yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat Dusun Gambang, sebagai bentuk syukur atas hasil bumi dan limpahan berkah yang diterima selama setahun terakhir. Tradisi ini mengandung makna kebersamaan, kerukunan, dan penghormatan terhadap leluhur.

Puncak kemeriahan berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025, dengan Kirab Budaya dan Hasil Bumi yang dimulai pukul 13.00 WIB. Kepala Desa Plumbon Gambang, H. Nurwahid, dengan penuh semangat memimpin jalannya pawai budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta kelompok seni lokal. Pawai ini menampilkan berbagai kesenian tradisional dan simbol hasil bumi yang diarak mengelilingi dusun sebagai simbol kemakmuran dan wujud syukur warga kepada Sang Pencipta.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif seluruh RT yang juga turut menyumbangkan perangkat Sound System, seperti:
RT 001 AR Audio
RT 002 Pedot Audio
RT 003 Sanjaya Audio
RT 004 RBS Audio
RT 005 NCM Audio
RT 006 Nadya Audio
Sebagai penutup, pada Minggu, 20 Juli 2025, diselenggarakan acara Pengajian Umum bersama KH. Nur Rohman Ahmad Al Hafidz, yang dilanjutkan dengan kegiatan Santunan Anak Yatim dan Piatu pada pukul 19.30 WIB. Momentum ini menjadi refleksi spiritualitas dan wujud kepedulian sosial warga Dusun Gambang terhadap sesama.
Kepala Desa Plumbon Gambang, H. Nurwahid, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas kekompakan serta semangat masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya lokal. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Sedekah bumi bukan hanya tradisi, tapi juga cermin rasa syukur, gotong royong, dan kearifan lokal yang harus kita lestarikan bersama,” tegas H. Nurwahid.
Dengan semangat kebersamaan dan kearifan lokal, Sedekah Bumi Dusun Gambang tahun 2025 tidak hanya menjadi perayaan adat, namun juga momentum mempererat tali silaturahmi serta memperkuat jati diri budaya masyarakat Desa Plumbon Gambang. (To)







