JOMBANG, Mediarakyatpost.com,- Sedekah desa, atau juga dikenal sebagai sedekah bumi, adalah upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat desa sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan karunia lainnya. Upacara ini biasanya melibatkan seluruh warga desa dan menjadi sarana untuk melestarikan adat istiadat dan budaya leluhur. Kegiatan Sedekah Desa juga dilestarikan sebagai warisan adat leluhur oleh Desa Gabusbanaran, Kecamatan Tembelang
Supardi, Kepala Desa Gabusbanaran mengungkapkan bahwa makna dan Tujuan Sedekah Desa diantaranya PERTAMA sebagai Ungkapan Syukur yaitu sedekah desa merupakan cara masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah dan rezeki yang diberikan oleh Tuhan, KEDUA sebagai Pelestarian Adat dan Budaya yaitu upacara ini juga bertujuan untuk melestarikan adat istiadat dan budaya warisan nenek moyang, serta mempererat tali persaudaraan antar warga. KETIGA Memohon Keselamatan yaitu sedekah desa juga menjadi momen untuk memanjatkan doa agar selalu diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana.
Acara sedekah desa Gabusbanaran dilaksanakan dari tanggal 23 sampai 27 Juli 2025, rangkaian kegiatan meliputi Do’a bersama dan tumpengan, pawai budaya, serta senam bersama dan jalan sehat berhadiah.
Lanjutnya, Sedekah Desa juga menjadi simbol persatuan dan kebhinekaan masyarakat, mempererat tali silaturahmi antar warga, “Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang,” Terangnya
Masyarakat Desa Gabusbanaran menunjukkan kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga. Selain itu, Sedekah Desa juga dianggap sebagai sarana untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi lingkungan
sekitar.
Sedekah Desa juga bertujuan melestarikan kearifan lokal di era modern. Sehingga penting menjaga tradisi lokal dan identitas budaya di tengah arus globalisasi
Tradisi ini sarat dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya, yang diartikan sebagai bentuk syukur kepada tuhan atas segala berkah dan perlindungan yang telah diberikan sepanjang tahun. Masyarakat Desa Gabusbanaran menganggap Sedekah Desa sebagai kesempatan untuk berkumpul bersama, mengucap syukur dan Do’a bersama atas rezeki yang telah diperoleh, serta memohon keberkahan serta keselamatan untuk tahun mendatang.
Kegiatan Sedekah Desa melibatkan semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan pelaksanaannya dilakukan dengan gotong royong. Persiapan acara ini memperlihatkan semangat kebersamaan yang kuat di antara warga, sehingga semua orang berperan aktif dalam berbagai kegiatan, baik dalam hal persiapan maupun saat pelaksanaan prosesi. Gotong royong ini menunjukkan adanya rasa persatuan yang erat di kalangan masyarakat,
“Semua warga saling membantu dan mendukung dalam setiap tahapan pelaksanaan acara. Saat prosesi berlangsung, kebersamaan semakin terasa ketika seluruh warga desa berkumpul untuk berdoa,” ungkapnya
Disamping itu, Supardi selaku kepala desa Gabusbanaran mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman luar biasa. Jika diamati, kita dapat menemukan berbagai produk budaya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, meliputi adat-istiadat, tradisi, suku, ras, agama, dan bahasa. Semua elemen tersebut bersatu dalam sebuah ikrar yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, kekuatan bangsa Indonesia sangat bergantung pada unsur budaya yang menjadi perekatnya.
Tradisi sendiri merupakan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi, terbentuk dari budaya masyarakat tersebut. Kehadiran budaya menciptakan kebiasaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Tradisi muncul secara alami berdasarkan kebiasaan masyarakat yang menjunjung adat dan kemunculannya sulit untuk diprediksi. Salah satu tradisi tersebut adalah Sedekah Desa, yang diyakini membawa keberuntungan, kesehatan, dan rezeki melimpah. Oleh karena itu, Kegiatan Sedekah Desa perlu dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya. Selain menjadi sarana kerukunan antar warga,
Sedekah Desa juga memiliki potensi untuk memperkenalkan budaya lokal, mencegahnya punah akibat perkembangan zaman, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan Sedekah Desa juga merupakan ajang silaturahmi antar warga, “Kami harapkan acara Sedekah Desa selalu diselenggarakan setiap tahun, sehingga kebersamaan dan kerukunan antar warga selalu terjaga dan terjalin dengan baik,” pungkas Supardi (CHANDRA )







