Langsung ke konten
Jumat, 21 Agustus 2026
Politik & Pemerintahan

Ruas Kabuh–Tapen Segera Terang, 160 Titik PJU Disiapkan Pemkab Jombang

Bagikan

JOMBANG, mediarakyatpost— Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Kabuh–Tapen mulai dikebut. Memasuki minggu ketiga Agustus 2026, aktivitas pekerjaan fisik sudah terlihat di sejumlah titik. Pembersihan lahan, penggalian, hingga pengerjaan pondasi tiang penerangan jalan kini tengah dilakukan.

Proyek yang berada di jalur strategis Kabupaten Jombang itu direncanakan membangun sekitar 160 titik PJU. Pembangunan ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur dasar, menunjang keselamatan lalu lintas, sekaligus mengantisipasi peningkatan aktivitas kendaraan di kawasan utara Jombang.

Di lapangan, para pekerja tampak mengerjakan pondasi dengan dukungan alat berat dan kendaraan proyek. Papan peringatan juga telah dipasang di sekitar lokasi sebagai pemberitahuan kepada pengguna jalan agar berhati-hati karena ada aktivitas pekerjaan di badan maupun bahu jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang *Yohan Kurnia* mengatakan, pekerjaan fisik telah dimulai sejak awal Agustus 2026 dan saat ini masih berfokus pada pembangunan pondasi.

“Sudah memasuki minggu ketiga. Mulai awal Agustus kemarin sudah di lapangan. Pekerjaannya mulai dari pembersihan, penggalian, kemudian pondasi. Sekarang masih fokus di pondasi,” ujar Yohan, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan tersebut memiliki target waktu pelaksanaan sekitar tiga bulan. Dengan demikian, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.

“Targetnya selesai sesuai jadwal di akhir Oktober, selama tiga bulan,” katanya.

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tersebut sekitar *Rp1,6 miliar*. Dengan jumlah titik mencapai 160 PJU, proyek ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur penerangan yang cukup signifikan di Kabupaten Jombang.

Secara trase, pembangunan PJU tersebut merupakan kelanjutan dari jaringan penerangan yang sudah ada. Dari simpang empat Kabuh, jaringan PJU diteruskan ke arah timur hingga menuju perempatan yang mengarah ke Pasar Tapen.

Langkah ini dinilai penting karena ruas Kabuh–Tapen tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarkawasan, tetapi juga berada di wilayah yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan aktivitas ekonomi.

Yohan menyebut, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu alasan utama penguatan infrastruktur, termasuk penerangan jalan. Ketika aktivitas kawasan meningkat, volume kendaraan menuju lokasi industri juga diperkirakan semakin padat.

“Harapannya dengan adanya PJU baru ini, karena di sana akan menjadi kawasan industri, setelah pekerjaan selesai jalan di kabupaten menjadi terang. Sehingga akses kendaraan menuju kawasan industri menjadi lebih aman,” ungkapnya.

Menurut Yohan, secara tata ruang, sejumlah kawasan di wilayah tersebut memang diarahkan untuk mendukung pengembangan industri. Di antaranya kawasan sepanjang Sungai Brantas, jalur dari arah Ploso menuju Kabuh hingga mendekati perbatasan Lamongan, serta ruas dari simpang empat Kabuh menuju Tapen.

Namun, tidak semua jalur yang terhubung dengan kawasan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Jombang. Sejumlah ruas seperti Ploso–Kabuh dan Ploso–Gedeg merupakan jalan provinsi sehingga penanganannya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk ruas Kabuh–Tapen, kondisi jalan secara umum sudah cukup lebar untuk menunjang mobilitas kendaraan. Kendati demikian, masih terdapat beberapa titik yang perlu mendapat perhatian, terutama pada jembatan yang dinilai perlu dilebarkan.

“Untuk wilayah Kabuh–Tapen itu jalan sudah lebar. Tinggal beberapa jembatan yang perlu dilebarkan,” jelasnya.

Pembangunan PJU ini bukan hanya sekadar menambah jumlah lampu di sepanjang jalan. Keberadaan penerangan menjadi bagian penting dari keselamatan lalu lintas, khususnya pada ruas yang berpotensi mengalami peningkatan arus kendaraan seiring perkembangan kawasan.

Dengan target 160 titik dan penyelesaian pada akhir Oktober, pekerjaan kini memasuki tahap penting. Pondasi yang sedang dikerjakan akan menjadi dasar untuk tahap pemasangan tiang, jaringan, dan lampu.

Masyarakat berharap pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan penerangan yang berfungsi optimal. Apalagi, investasi sekitar Rp1,6 miliar harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan pengguna jalan.

Jika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi, ruas Kabuh–Tapen diharapkan semakin terang, aman, dan siap menghadapi peningkatan mobilitas seiring berkembangnya kawasan industri di wilayah utara Kabupaten Jombang. (ant)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *