Langsung ke konten
Selasa, 14 Juli 2026
Pendidikan & Budaya

252 Siswa Baru SMAN Ngoro Tempa Karakter Lewat MPLS 5 Hari: Ada Tes Empati, Program Ketahanan Pangan, hingga PIK-R

Bagikan

JOMBANG, mediarakyatpost– Suasana berbeda terasa di SMA Negeri Ngoro pada pekan pertama tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 252 siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari, mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7/2026).

Berbeda dari MPLS pada umumnya, kegiatan di SMANERO tahun ini tidak hanya fokus pada pengenalan gedung dan tata tertib. Sekolah sengaja merancang MPLS sebagai tahap awal pemetaan potensi dan pembentukan karakter siswa.

Kepala SMAN Ngoro, Didik Agus Pramono, http://S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun secara komprehensif. Siswa tidak hanya diajak mengenal guru, staf, sarana-prasarana, dan budaya belajar, tetapi juga diukur kesiapan mental dan sosialnya.

Salah satu program unggulan adalah tes potensi karakter berbasis Cek Kesiapan Guru (CKG). Melalui tes ini, siswa diuji dalam empat aspek utama: fleksibilitas, kemampuan memecahkan masalah, empati, dan kerja sama tim.

“Kami ingin tahu sejak awal seperti apa profil sosial-emosional anak-anak ini. Dari situ kami bisa memberikan pembinaan yang tepat, tidak hanya akademik tapi juga karakter,” ujar Didik.

Selain tes, siswa juga dibekali materi literasi, seni budaya, pelatihan kebugaran, hingga pengenalan kehidupan asrama bagi siswa yang tinggal di asrama sekolah. Pendekatan coaching dan pembinaan kedisiplinan juga diterapkan agar siswa cepat beradaptasi.

MPLS 2026 juga menjadi ajang peluncuran program-program unggulan sekolah kepada siswa baru.

Program pertama adalah SIKAP, singkatan dari Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan. Program ini merupakan bagian dari gerakan SEBARKASIH SMANERO. Melalui SIKAP, siswa dikenalkan pada praktik pertanian urban, pengelolaan lahan pekarangan, dan pentingnya ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

Program kedua adalah pengenalan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) bernama PILAR. Layanan ini bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kecamatan Ngoro, Duta Genre, Puskesmas Ngoro, Polsek Ngoro, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga Koramil Ngoro.

“PIK-R ini wadah bagi siswa untuk bertanya dan berkonsultasi seputar kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan pengembangan diri. Kami ingin siswa tumbuh sehat secara fisik dan mental,” jelas Didik.

Panitia MPLS tahun ini melibatkan penuh Pengurus OSIS. Mereka bertugas mendampingi siswa baru, menjadi fasilitator, dan memastikan kegiatan berjalan kondusif.

Bahkan, sebagai bentuk tanggung jawab dan kreativitas, siswa baru juga diberi tugas membuat konten digital. Mereka diminta membentuk kelompok kerja yang nantinya akan menjadi duta informasi sekolah.

“Tugasnya menyebarluaskan informasi kegiatan sekolah dan mensosialisasikan aturan serta budaya positif SMAN Ngoro melalui media sosial. Ini cara kami melatih literasi digital dan jiwa kepemimpinan sejak awal,” kata perwakilan OSIS.

Didik berharap, melalui MPLS yang lebih substantif ini, siswa baru SMAN Ngoro tidak hanya paham lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal karakter, wawasan, dan keterampilan.

“Kami ingin lulusan SMAN Ngoro tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya empati, disiplin, dan kepedulian sosial. MPLS ini fondasi awalnya,” pungkasnya.

Dengan 252 siswa baru yang telah mengikuti rangkaian MPLS, SMAN Ngoro optimis tahun ajaran 2026/2027 akan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. (Nic)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *