Jombang,mediarakyatpost– MAN 4 Jombang PP. Mamba’ul Ma’arif menggelar acara pelepasan murid kelas XII pada Sabtu, 12 April 2026, di Gedung KH. Hasyim Asy’ari. Kegiatan ini menjadi momen puncak di mana sebanyak 508 siswa resmi diserahkan kembali kepada orang tua atau wali masing-masing. Selain sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan, acara ini juga menjadi wadah untuk memamerkan berbagai capaian, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, termasuk keberhasilan banyak siswa yang telah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), SNBP PTKIN, jalur golden tiket, hingga jalur kemitraan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya jajaran pengasuh Yayasan Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Ketua Prodistik ITS Surabaya, serta para orang tua dan wali murid yang turut menyaksikan seluruh rangkaian prosesi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pengasuh Yayasan Mamba’ul Ma’arif, KH. Abdussalam Shohib, menyampaikan nasihat berharga atau Mauidhoh Hasanah kepada para siswa dan keluarga yang hadir. Ia menekankan bahwa keteladanan adalah kunci utama dalam menyebarkan kebaikan.
“Kebaikan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan keteladanan, ucapan akan lebih bermanfaat dan efektif,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan tiga hal mendasar yang harus terus dipegang, yaitu menjaga ibadah salat sebagai pondasi kehidupan, berbakti kepada orang tua, dan tidak berhenti menuntut ilmu. “Jangan pernah meninggalkan salat, karena itu adalah pondasi utama kehidupan. Berbaktilah kepada orang tua, jangan sampai durhaka. Ukurannya sederhana, apakah kita lebih memilih kehendak orang tua atau keinginan diri sendiri. Dan setelah ini, lanjutkan perjuangan di jalan Allah dengan terus menuntut ilmu,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan masa pendidikannya. Ia menilai keberhasilan siswa masuk perguruan tinggi sebagai bukti nyata bahwa madrasah mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
Muhajir juga menjelaskan makna di balik jargon “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia” yang diusung, yang menurutnya bukan sekadar slogan, tetapi telah dibuktikan melalui kinerja dan prestasi yang diraih.
“Jargon ini hari ini bukan sekadar ucapan. Buktinya, banyak siswa MAN 4 Jombang yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNBP, SNBP PTKIN, hingga golden tiket. Bermutu dibuktikan dengan prestasi akademik yang tinggi dan karya inovatif. Sementara mendunia, terlihat dari kemampuan bersaing masuk perguruan tinggi favorit, mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional dan internasional, serta kesiapan mereka menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Pengarahan juga disampaikan oleh Nyai Hj. Muniroh Iskandar dari jajaran pengasuh yayasan. Beliau mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu yang dipelajari dan hidayah yang diperoleh, agar apa yang didapatkan membawa keberkahan. Ia juga mengingatkan peran orang tua dalam terus mendampingi dan mengawasi anak-anak, termasuk dalam penggunaan perangkat teknologi.
“Dalam kitab Akhlakul Banin dan Akhlakul Banat disebutkan, siapa yang ilmunya bertambah tetapi hidayahnya tidak bertambah, maka sejatinya ia semakin jauh dari kebaikan. Karena itu, ilmu harus diiringi dengan hidayah agar membawa keberkahan,” ujarnya.
“Anak-anak kita masih membutuhkan pengawasan, baik di rumah maupun di luar. Termasuk dalam penggunaan ponsel, terutama saat waktu istirahat. Jangan sampai hal itu justru merusak kesehatan dan mengganggu masa depan mereka,” tambahnya.
Ketua Prodistik ITS Surabaya, Ismaini Zain, dalam orasi ilmunya mengajak para lulusan untuk berani memiliki mimpi yang besar dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, mimpi menjadi dasar yang menentukan arah perjalanan masa depan.
“Kalian harus berani bermimpi besar. Karena dari mimpi itulah arah masa depan ditentukan. Terus kembangkan potensi diri, manfaatkan ilmu dan keterampilan yang sudah didapat, agar mampu bersaing dan menciptakan peluang di masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan wali murid sekaligus Kasubdit Bina Guru MA/MAK GTK Kementerian Agama RI, Imam Bukhori, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak di madrasah dan pesantren atas pengabdian dan ketulusan dalam mendidik para siswa.
“Kami mewakili wali murid mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu guru dan seluruh civitas madrasah yang telah mendidik anak-anak kami dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Kami juga memohon maaf apabila selama ini terdapat kekhilafan dari kami sebagai orang tua,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepercayaannya kepada lembaga ini bukan tanpa alasan, mengingat ia sendiri merupakan alumni dan telah mempercayakan seluruh anaknya untuk menempuh pendidikan di tempat yang sama.
“Saya adalah alumni MAN 4 Jombang, dan hari ini saya juga mempercayakan seluruh anak-anak saya untuk belajar dan mondok di Mamba’ul Ma’arif Denanyar. Ini adalah bukti nyata bahwa lembaga ini mampu membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan,” imbuhnya.
Kepala MAN 4 Jombang, Moh. Ilyas, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama proses pendidikan berlangsung. “Hari ini kami serahkan kembali putra-putri panjenengan kepada orang tua. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi mereka, agama, dan bangsa,” ungkapnya.
Pada momen yang berharga ini, madrasah juga memberikan penghargaan kepada para siswa yang berprestasi di berbagai bidang. Untuk kategori prestasi akademik terbaik putra, diraih oleh Davin Pratama Agustyo Febriansyah (Jurusan Agama), Adis Banu Budiantana (Jurusan Sains), Farhan Rachmad Ramadhan (Jurusan Sosial), Ahmad Khairul Jalaludin Azhar (Program MANPK), dan Kemal Pasha Syandana Jauhari (Program KBC). Sementara untuk putri, diraih oleh Alissa Zannuba Al Khumaishoh (Jurusan Agama), Ayusti Fitri Aulia Rahma (Jurusan Sains), Naila Alfin Nabilla (Jurusan Sosial), Mikkaila Ahda Insani Husna (Jurusan Bahasa), Deitsna Fatkha Rahmadina (Program MANPK), dan Nur Awwaliah (Program KBC).
Penghargaan juga diberikan untuk kategori Program PRODISTIK, di mana Rifqi Ihsan Ramadhan meraih nilai terbaik putra, Affan Rifqi Fairuz meraih karya akhir terbaik putra, Bilqis Putri Hafina Sofin Nada meraih nilai terbaik putri, dan Epa Amelia meraih karya akhir terbaik putri. Di bidang keterampilan, penghargaan diraih oleh Adam Firmansyah (Bidang Otomotif), Frandgiska Aurellia Safitri (Bidang Tata Boga), Isma Oktavia Rahmadani (Bidang Tata Rias), dan Taufiq Mahdi Wafy (Bidang Multimedia).
Tak hanya itu, sejumlah siswa juga diakui atas prestasi yang diraih di tingkat nasional, di antaranya Muvida Munir, Dinda Baby Fatmala, Alifia Nabila Safitri, Fatiha Nulailiyatussa’ada, dan banyak lainnya. Penghargaan juga diberikan kepada siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz, yang jumlahnya mencapai puluhan orang.
Dengan berakhirnya acara pelepasan ini, MAN 4 Jombang berharap para lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga nilai-nilai akhlak, kemandirian, dan semangat belajar sepanjang hayat. Diharapkan mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, berkontribusi bagi masyarakat, dan menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, almamater, serta bangsa dan negara. (Ber)







