Langsung ke konten
Kamis, 16 Juli 2026
Pendidikan & Budaya

Catatan Akhir Bulan Suci Ramadhan 1447 H Sekaligus Refleksi Diri

Bagikan

 

Oleh : Faizuddin FM
Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang

Jombang, mediarakyatpost– Alhamdulillah kita semua telah diberi Allah SWT kesempatan untuk memasuki bulan Ramadhan tahun ini (1447 H), dengan segala keutamaan, keistimewaan dan fadhilahnya sebagai cermin dari kasih sayang-Nya yang tidak terbatas.

Sungguh ini karunia Allah yang luar biasa, yang tidak akan dirasakan nilai dan aspek keluarbiasaannya, kecuali oleh mereka yang saat ini tidak sehat, tidak mampu atau tidak sempat. Masalahnya sekarang, bagaimana kita seharusnya menyikapi karunia yang luar biasa ini.

Tiba saatnya kita masuk bulan Syawal dengan merayakan Idul Fitri 1447 H, namun tetap waspada untuk tidak terjebak dalam euforia berlebihan saat merayakan Idul Fitri, tetaplah fokus pada esensi spiritual dari hari kemenangan ini.

Idul Fitri bukanlah kompetisi olahraga atau lomba yang kemenangannya dirayakan dengan rasa bangga berlebihan yang semu atau hura-hura, justru saat masuk Idul Fitri di bulan Syawal tantangan sebenarnya muncul, yaitu bagaimana menjaga konsistensi 9 karakter diri yang selalu muncul di bulan suci Ramadhan.

Sembilang (9) karakter diri yang selalu muncul di bulan suci Ramadhan yaitu :

1. Antusias untuk memiliki pesano diri selalu berusaha tampil menarik di hadapan Allah SWT.
2. Sikap tawadhu atau rendah diri.
3. Kepekaan diri terhadap kepincangan sosial.
4. Mudah berintrospeksi diri
5. Mampu membangun kejujuran diri di hadapan Allah SWT.
6. Memiliki kepercayaan diri sebagai muslim yang ta’at.
7. Mudah menyesuaikan diri dengan suasana kehidupan yang Islami.
8. Mampu menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang halal
9. Kuat melakukan hal-hal yang Sunnah

Semoga kita semua selalu dilindungi Allah SWT dan diberi kenikmatan berupa konsistensi terhadap 9 karakter tersebut diluar Ramadhan yang seluruh indra, organ organ jasmani, organ-organ rohaninya ikut berpuasa selama bulan suci Ramadhan, sehingga dalam memasuki bulan Syawal (Idul Fitri) kita benar-benar kembali ke fitroh, bagaikan bayi baru dilahirkan sama sekali tidak berdosa untuk menjadi hamba Allah yang mampu membuat orang lain mengingat Allah SWT dan jangan sampai terjerumus menjadi hamba yang suka menyebar fitnah dan mendatangkan kesulitan bagi orang, karena demikian itulah buruk-buruknya seorang hamba, ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh HR Ahmad dan Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad :

قَالَ رَسُولُ اللَّه ِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :”خِيَارُ عِبَادِ اللَّهِ الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ، وَشِرَارُ عِبَادِ اللَّهِ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ اْلأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ الْبُرَآءَ الْعَنَتَ.”

(رواه أحمد والبخاري في الأدب المفرد)

Rasulullah saw. bersabda,

“Sebaik-baik hamba Allah adalah mereka yang membuat orang lain mengingat Allah saat melihat mereka. Dan seburuk-buruk hamba Allah adalah mereka yang berjalan ke sana ke mari menyebarkan fitnah, yang menyebabkan perpisahan di antara orang-orang yang saling mencintai, yang berusaha mendatangkan kesulitan kepada orang-orang yang tidak bersalah.” (HR Ahmad dan Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad). (nic)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *