DEPOK KAMPUNG GOUT (DKG) DAUR ULANG SAMPAH JADI KREASI SENI TANPA BATAS

 

Mediarakyatpost, Balaikota Depok – Sampah bagi kebanyakan orang adalah sesuatu yang tidak berguna, namun tidak bagi UngQ, sang kreator yang mengubah sampah menjadi karya seni, yang bukan saja indah namun juga mempunyai nilai ekonomi, hal itulah yang kemudian menggerakkannya untuk mendirikan komunitas yang diberi nama Depok Kampung Gout (DKG).

Mediarakyatpost menemui sang kreator di Depok Open Space (DOS) yang berada di area balaikota Depok pada saat Car Free Day (CFD) minggu (7/9) pagi.

“Edukasi adalah hal yang patut untuk dilakukan secara kontinyu, jika ingin merubah pola pikir, kami DKG lahir untuk mengedukasi warga masyarakat Kota Depok tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar, utamanya tentang sampah, yang bagi kebanyakan orang, sampah adalah suatu yang tiada manfaat, tapi maaf bagi kami DKG, justru dari hal yang tiada manfaat tersebut tercipta sebuah karya seni yang bernilai,” kata UngQ membuka perbincangan hangat.

Lalu lanjutnya, “sasaran garap DKG bukan hanya anak anak, tapi juga menyasar kepada emak-emak atau siapapun yang ingin menimba ilmu tentang membuat karya seni dari barang yang tiada manfaat atau sampah. DKG membuka pintu bagi siapapun, silahkan datang dan mendaftar ke Rumah Kreatif DKG yang beralamat di Jl. M. Alif IV no. 11B, Kukusan, Kec. Beji, Depok,” imbuh sang Kreator yang ramah ini.

Saat di stand DKG, mediarakyatpost memang melihat langsung banyak anak-anak yang sedang mewarnai tas yang memang sudah ada sketsa gambarnya, selain itu ada juga celengan dari gipsum dan kaleng, serta kipas yang semuanya memang harus diwarnai dahulu oleh si pembeli, pewarnanya dari spidol warna atau cat cair yang juga disediakan, satu paket dengan yang dibelinya. Mewarnainya dapat dilakukan di tempat atau dirumah pembeli.

UngQ juga mengatakan dengan bahan yang dapat di daur ulang tersebut, kita bisa berkreasi tanpa batas.

Karya seninya sudah ada yang dibeli oleh bapak Wali kota Depok, Supian Suri, 2 karya lukisnya dibeli oleh Wali kota, baginya hal itu menunjukkan kepedulian dan penghargaan dari Wali kota atas karya kreasi warga masyarakat Depok.

“Bukan harus kuat atau harus pintar untuk mencapai puncak, tetapi harus mau mendaki” kata Sang Kreator menyitir kalimat yang di torehkan Wali Kota Depok pada lukisan yang dibeli oleh Wali Kota.

Kalimat tersebut, kata UngQ mempunyai makna yang sangat kuat bagi siapapun yang ingin meraih keberhasilan, harus mau memulai dengan semangat dan tekad, bapak Wali Kota telah memberikan klue untuk kita semua..so tunggu apalagi, hayo berbuat, tandas Sang Kreator Tanpa Batas ini. (GDP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *