55 Tempat Sampah Injak Dukung Program Desa Berseri, DLH Jombang Perkuat Budaya Peduli Lingkungan
JOMBANG,,mediarakyatpost- Upaya mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Jombang. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah menyalurkan dukungan sarana kebersihan untuk menunjang pelaksanaan Program Desa Berseri di sejumlah desa.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui realisasi 55 unit tempat sampah injak berkapasitas 50 liter yang disalurkan kepada tiga desa, yakni Desa Rejoagung, Desa Jabon, dan Desa Carangrejo.
Kepala Bidang Konservasi DLH Kabupaten Jombang, Lilik Purwati, S.T., M.M., mengatakan penyediaan sarana tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap desa dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
“Program Desa Berseri itu dari 55 tempat sampah injak kita realisasikan di tiga desa, Rejoagung, Jabon, dan Carangrejo,” kata Lilik.
Dari total tersebut, distribusi dilakukan dengan rincian 18 unit di masing-masing dua desa dan 19 unit di satu desa.
Menurut Lilik, penyediaan tempat sampah menjadi langkah konkret untuk memperkuat fasilitas kebersihan di lingkungan desa. Keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.
Program Desa Berseri tidak semata-mata diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang terlihat bersih. Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, partisipasi, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Penyediaan fasilitas kebersihan diposisikan sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan positif masyarakat.
“Wajar, dilihat dari merek dan kualitas,” ujar Lilik ketika menjelaskan terkait spesifikasi sarana yang direalisasikan.
Ia menyampaikan bahwa sebelum menentukan penyedia, DLH juga telah melakukan pembandingan harga. Berdasarkan pembandingan tersebut, harga dari penyedia lain rata-rata lebih tinggi untuk produk dengan merek dan kualitas yang sama.
“Rata-rata lebih mahal dari penyedia yang terpilih dengan merek dan kualitas yang sama,” jelasnya.
Lilik menambahkan, proses pengadaan juga didukung dokumen administrasi, termasuk kertas kerja dalam Dokumen Pengajuan Pengadaan. Sementara dari sisi barang, pihaknya memastikan spesifikasi telah disesuaikan dengan kebutuhan program.
Dukungan sarana tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi desa untuk semakin aktif mengembangkan lingkungan yang bersih dan tertata.
Keberhasilan Desa Berseri tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas yang tersedia, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu memanfaatkan, menjaga, dan merawat fasilitas tersebut secara konsisten.
Dengan demikian, tempat sampah yang disalurkan bukan sekadar fasilitas pelengkap. Keberadaannya diharapkan menjadi bagian dari edukasi lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam membuang dan mengelola sampah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok masyarakat dan warga menjadi kunci agar program tersebut memberikan dampak berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, DLH Jombang berharap semangat Desa Berseri semakin tumbuh di tengah masyarakat dan mampu menghadirkan lingkungan desa yang bersih, sehat, tertib, nyaman, sekaligus memiliki kesadaran kuat terhadap kelestarian lingkungan.(ber)




Tinggalkan Balasan