Investasi Asing Masuk ke Desa Mancar, Masyarakat Bisa Sejahtera dan Meningkatkan Perekonomian

JOMBANG, mediarakyatpost – Sebuah kabar baik datang dari wilayah Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Dalam waktu dekat, sebuah perusahaan asing akan menanamkan modalnya di desa tersebut untuk membangun pabrik mainan anak-anak berskala besar. Rencana investasi ini diperkirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Ketua Tim Percepatan Pelayanan Desa Mancar, Ali Arifin, mengungkapkan bahwa investor asing ini telah melalui proses panjang sebelum memutuskan memilih Jombang sebagai lokasi investasi. Sebelumnya, ada tiga kabupaten yang disodorkan sebagai calon lokasi pembangunan pabrik, yaitu Nganjuk, Madiun, dan Jombang. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, investor akhirnya menetapkan pilihannya di Jombang.

“Dari tiga kabupaten yang disodorkan ke pemilik perusahaan, akhirnya mereka memilih Kabupaten Jombang, tepatnya di Desa Mancar. Ini sebuah kepercayaan besar bagi kami, karena tidak semua daerah bisa menarik minat investor asing. Ini bukti bahwa Jombang memiliki potensi besar dan lingkungan yang kondusif bagi investasi,” ujar Ali Arifin, Rabu (5/11/2025).

Ali menjelaskan bahwa perusahaan yang akan beroperasi di Mancar ini bergerak di bidang produksi mainan anak-anak dengan teknologi modern dan sistem kerja yang ramah lingkungan. Menurutnya, pabrik ini tidak menggunakan bahan kimia berbahaya (B3) dan tidak membutuhkan banyak air dalam proses produksinya. “Proses kerja di dalam pabrik seperti sistem mesin penjahit. Jadi tidak ada limbah berbahaya, ruangannya ber-AC, dan dirancang bertingkat. Ini termasuk industri ringan yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ali memaparkan bahwa proyek investasi ini diperkirakan akan menyerap antara tiga ribu hingga lima ribu tenaga kerja, dengan prioritas utama warga Desa Mancar dan wilayah sekitarnya. “Kita mengutamakan tenaga kerja lokal. Harapan kami, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi benar-benar ikut menikmati hasil dari investasi ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, kehadiran perusahaan asing ini akan menjadi titik awal bagi transformasi ekonomi di tingkat desa. “Kami berusaha agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari investasi ini. Karena tujuan kami bukan sekadar pembangunan fisik, tapi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Ali.

Dalam proses persiapan pembangunan, pihak desa dan tim percepatan juga telah berkoordinasi dengan Bupati Jombang serta dinas terkait. Ali memastikan seluruh proses administrasi dan perizinan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tim percepatan tidak berpihak pada pihak manapun, baik perusahaan maupun desa, melainkan pada kepentingan masyarakat. “Kami tidak condong ke perusahaan atau pemerintah desa, kami condong kepada masyarakat yang terdampak agar hak mereka terlindungi,” ujarnya tegas.

Ali menjelaskan bahwa area yang terdampak pembangunan hanya sebagian kecil, yaitu sekitar 6 meter lahan yang tercatat dalam buku kretek desa sebagai lahan eksplorasi atau tanah andendom (ril tebu). Menurutnya, sebagian lahan yang sebelumnya digunakan akan ditata ulang menjadi taman dan area terbuka hijau. “Pembangunan ini tidak hanya untuk pabrik. Nantinya akan dipaving, dibuat taman agar lingkungan terlihat indah, bersih, dan tertata rapi. Kami ingin investasi ini juga membawa wajah baru bagi Desa Mancar,” jelasnya.

Sementara itu, perusahaan telah menyampaikan surat resmi kepada pemerintah desa terkait relokasi beberapa bangunan yang terdampak pembangunan. Pihak investor juga telah menyatakan kesiapan untuk memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada pemerintah desa sesuai hasil musyawarah.

“Perusahaan sudah menyurati pihak desa untuk relokasi dan siap memberikan ganti rugi. Semua dilakukan secara terbuka dan hasilnya disepakati dalam musyawarah desa,” imbuh Ali.

Menanggapi hal ini, Camat Peterongan, Mohammad Eryk Arif, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan pembongkaran bangunan di Desa Mancar. Menurutnya, langkah tersebut sudah melalui proses musyawarah desa (musdes) dan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama.

“Setahu saya, hasil musdes kemarin menyepakati bahwa jika kompensasi dari perusahaan sudah diberikan, maka relokasi bisa dilakukan. Dan memang, kemarin sudah dilakukan pembongkaran sejumlah bangunan milik desa yang terdampak,” ungkap Eryk.

Ia menambahkan, bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan berupa uang tunai yang akan digunakan untuk pembangunan kembali fasilitas desa di lokasi lain. Dana tersebut, lanjutnya, akan masuk dalam Pendapatan Asli Desa (PAD) dan dianggarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2025, dengan realisasi pembangunan pada tahun 2026.

“Nilainya sekitar Rp270 juta, nanti uang itu akan dikelola secara transparan dan digunakan untuk membangun fasilitas pengganti yang lebih representatif. Semua prosesnya diatur sesuai mekanisme desa,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, perusahaan yang akan berinvestasi tersebut adalah PT GF, perusahaan asing yang bergerak di sektor produksi mainan anak-anak untuk pasar ekspor. Identitas perusahaan ini terungkap dari banner sosialisasi yang sempat dipasang di Kantor Desa Mancar beberapa waktu lalu.

Rencana pembangunan pabrik ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Banyak warga berharap kehadiran perusahaan tersebut akan membuka kesempatan kerja baru, meningkatkan taraf ekonomi keluarga, serta mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.

“Selama ini banyak warga kami yang harus bekerja ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Kalau nanti pabrik ini berdiri, harapannya warga Mancar bisa bekerja di kampung sendiri dengan penghasilan yang layak,” kata salah satu warga setempat.

Dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 5.000 orang, kehadiran investasi ini menjadi angin segar bagi Kabupaten Jombang. Tidak hanya akan mengurangi pengangguran, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor lain seperti perdagangan, transportasi, kuliner, dan jasa.

Ali Arifin menutup pernyataannya dengan optimisme. “Kami ingin Desa Mancar menjadi contoh bahwa desa bisa maju lewat investasi yang sehat, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat. Selama semua pihak bersinergi, tidak ada alasan bagi Mancar untuk tidak berkembang,” ujarnya penuh keyakinan.

Kehadiran PT GF di Jombang menjadi bukti bahwa potensi desa masih menjadi magnet bagi investor besar. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan masyarakat, Desa Mancar bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jombang, membawa semangat baru menuju desa yang produktif, mandiri, dan sejahtera.(ber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *