RUANG SPONSOR Kemitraan Terbuka: Pasang pengumuman bisnis, advokasi, atau advertorial Anda di posisi teratas situs.
Hubungi Redaksi →
Jumat, 18 September 2026 | Edisi Nasional Indonesia | Jakarta 29°C Cerah Berawan
Saluran WA
ADVERTISEMENT / IKLAN
ADVERTISEMENT / IKLAN
Peristiwa LIPUTAN EKSKLUSIF

Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG: PAC PERGUNU Jombang Desak Transparansi Hasil Bahtsul Masail

Ukuran Teks:
KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Sebelum Teks Konten (Above Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

JOMBANG, mediarakyatpost– Sebanyak 556 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada (1/9/26). Saat ini, sampel makanan dan muntahan korban sedang diperiksa di laboratorium guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Kasus ini memicu gelombang pertanyaan publik terkait tanggung jawab dan keterbukaan pelaksanaan program MBG, khususnya yang beroperasi di lingkungan lembaga pendidikan pesantren.

Merespons peristiwa itu, Ketua PAC PERGUNU Jombang, Gus Faiz, mendesak kalangan ulama terutama KH. Miftakhul Akhyar untuk bersuara. Menurutnya, keselamatan dan nyawa santri tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik maupun birokrasi.

KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Injeksi Otomatis Tengah Teks (Mid-Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

“Jika sebelumnya telah dilakukan Bahtsul Masail terkait MBG, mengapa hasilnya belum dipublikasikan secara terbuka? Umat berhak tahu pertimbangan dan rekomendasinya,” ujar Gus Faiz, Kamis (3/9/2026).

Ia menegaskan, ulama wajib hadir dan menjadi penengah ketika umat menghadapi persoalan mendesak. Forum Bahtsul Masail, lanjutnya, harus berfungsi sebagai suara moral dan ilmiah, bukan wadah yang hasilnya disimpan rapat-rapat tanpa diketahui publik.

“Publikasikan hasilnya. Biarkan umat menilai sendiri. Jangan sampai persoalan keselamatan santri ini tenggelam begitu saja,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian resmi mengenai nasib program MBG: apakah akan dievaluasi, dihentikan sementara, atau tetap dilanjutkan dengan perbaikan menyeluruh dalam sistem pengawasan. (Nic)

KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Setelah Teks Konten (Below Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

Redaktur & Jurnalis

redaksi

Jurnalis independen Media Rakyat Post yang fokus meliput isu kebijakan publik, ekonomi kebangsaan, dan investigasi mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN MELAYANG Ruang promosi eksklusif melayang di bawah layar tersedia untuk bisnis Anda.
Pasang Iklan →