Pemkab Jombang Siapkan 5 Proyek Strategis Jalan untuk Tahun 2026
Jombang,mediarakyatpost – Pemerintah Kabupaten Jombang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur dasar, khususnya sektor jalan, sebagai penopang utama mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sejumlah proyek strategis telah disiapkan untuk tahun anggaran 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas konektivitas antar wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, S.T., saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa pada tahun 2026 Bidang Bina Marga akan melaksanakan lima proyek strategis yang menjadi prioritas pembangunan jalan kabupaten. Proyek-proyek tersebut menyasar ruas-ruas vital yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju pusat ekonomi dan layanan publik, Selasa (3/2/2026).
Kelima proyek strategis itu meliputi:
1. Peningkatan ruas Mojolegi–Pangklungan dengan nilai anggaran sekitar Rp2 miliar
2. Ruas Mojoagung–Mojoduwur senilai Rp2,9 miliar
3. Ruas Made–Asemgede sebesar Rp2,8 miliar
4. Ruas Gebang Bunder di Kecamatan Plandaan dengan anggaran Rp2,8 miliar
5. Ruas Cukir–Mojowarno yang juga dialokasikan Rp2,8 miliar
“Tak hanya fokus pada proyek strategis, Bidang Bina Marga PUPR Jombang pada tahun 2026 juga mengelola total anggaran sekitar Rp74 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai jenis kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jombang, ” tutur Imam Bustomi.
Rinciannya mencakup kegiatan pemeliharaan rutin untuk menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui, rehabilitasi jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, pemeliharaan berkala guna memperpanjang umur struktur jalan, serta rekonstruksi jalan pada ruas-ruas yang kondisinya sudah tidak memungkinkan diperbaiki secara parsial.
Hingga saat ini, seluruh program tersebut masih berada dalam tahapan perencanaan teknis yang dikerjakan oleh konsultan. Untuk beberapa pekerjaan dengan kompleksitas desain yang relatif sederhana, khususnya kegiatan yang bersifat padat karya atau Penunjukan Langsung (PIK), pelaksanaan fisik direncanakan sudah bisa dimulai pada Februari 2026.
Sementara itu, untuk proyek-proyek strategis dan kegiatan berskala besar yang harus melalui proses lelang, tahapan tender diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026. Dengan estimasi waktu tender sekitar dua bulan, sejumlah proyek konstruksi jalan diproyeksikan sudah dapat mulai dikerjakan pada pertengahan tahun, sekitar Juni hingga Juli 2026.
Imam Bustomi berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, tanpa kendala administratif maupun teknis. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat selama proses pelaksanaan agar mutu pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi.
“Target kami bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berkualitas. Semua pekerjaan harus bisa dipertanggungjawabkan secara teknis dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan program infrastruktur jalan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan, Pemkab Jombang optimistis mampu meningkatkan kemantapan jalan kabupaten secara signifikan. Akses transportasi yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa, mendukung sektor pertanian dan UMKM. (ber)





Tinggalkan Balasan