RUANG SPONSOR Kemitraan Terbuka: Pasang pengumuman bisnis, advokasi, atau advertorial Anda di posisi teratas situs.
Hubungi Redaksi →
Senin, 21 September 2026 | Edisi Nasional Indonesia | Jakarta 29°C Cerah Berawan
Saluran WA
ADVERTISEMENT / IKLAN
ADVERTISEMENT / IKLAN
Pendidikan & Budaya LIPUTAN EKSKLUSIF

Event Andum Alpukat Tinggi 10 Meter Dihadiri Ribuan Masyarakat di Wonosalam Jombang

Ukuran Teks:
KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Sebelum Teks Konten (Above Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

Jombang Media Rakyatpost.com – Kemeriahan dan rasa syukur menyelimuti lapangan olahraga Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pasalnya, ribuan masyarakat berkumpul untuk menghadiri acara tahunan “Andum Apokat”, merupakan sebuah tradisi unik yang menjadi perayaan hasil panen alpukat di wilayah Wonosalam. Minggu, (2/2/2025).

Acara ini dibuka oleh Pj Bupati Jombang Dr. Drs. Teguh Narutomo M.M, didampingi Ny. Irnie Victorynie Teguh Narutomo, S.Pd., M.Pd., P.Hd., dan dihadiri Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang, Camat Wonosalam dan Forkopimcam, Kepala Desa Sambirejo, serta tokoh masyarakat dan petani setempat.

KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Injeksi Otomatis Tengah Teks (Mid-Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

Pj Bupati Jombang, saat membuka sambutan mengajak masyarakat untuk berdoa bersama, atas bencana yang belakangan ini menimpa Kabupaten Jombang.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki hasil panen alpukat.

“Andum Apokat ini adalah kegiatan yang sangat positif, sebagai bentuk rasa syukur dan sedekah dari para petani dan masyarakat Wonosalam atas hasil panen yang melimpah,”terangnya.

Keunikan acara ini terletak pada jumlah alpukat yang dibagikan dan selalu disesuaikan dengan tahun penyelenggaraan. Sedangkan untuk tahun ini, sebanyak 2025 buah alpukat segar dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.

Tak hanya itu, acara dimeriahkan dengan kirab hasil bumi yang diikuti oleh 13 RT di Desa Sambirejo, menampilkan kekayaan dan keragaman hasil pertanian Wonosalam.

Perlu diketahui, bahwa Wonosalam memang dikenal sebagai penghasil durian. Namun potensi pertanian lainnya, juga tak kalah melimpah, seperti alpukat, kopi, cengkeh, salak, nangka, dan rambutan.

Data tahun 2024 mencatat populasi pohon alpukat di Kabupaten Jombang mencapai 49.279 pohon, dengan 87% di antaranya berada di Wonosalam. Sedangkan pada bulan Februari menjadi puncak panen alpukat, sehingga acara ini menjadi momentum yang tepat untuk merayakan dan mempromosikan potensi pertanian daerah.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Pertanian, juga memberikan dukungan nyata dengan membagikan 100 bibit alpukat kepada petani Sambirejo. Langkah ini diharapkan dapat terus mengembangkan alpukat sebagai komoditas unggulan desa.

“Kami akan terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan alpukat varietas unggul Wonosalam, seperti varietas Gobang 01 yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian,”kata Pj Bupati Jombang.

Tak lupa, Teguh Narutomo pun mengajak seluruh masyarakat untuk mempromosikan event tahunan asli Wonosalam ini.

“Saya berharap masyarakat viralkan acara ini. Sampaikan di bumi Wonosalam ada acara ini, yang bisa ditonton dan dinikmati seluruh dunia,”tambahnya.

Andum Apokat bukan hanya sekadar perayaan panen, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar petani, memperkuat solidaritas masyarakat, serta mempromosikan potensi wisata Wonosalam.

“Diharapkan, semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk menikmati keindahan alam dan kekayaan hasil pertanian Wonosalam,”ucap Teguh Narutomo.

Sebagai informasi, kurang lebih 12 tumpeng berisi kekayaan alam Wonosalam dikirab dalam event Andum Apokat ini. Tumpeng tersebut berisikan alpukat dan hasil bumi khas Wonosalam seperti salak, rambutan, pisang, dan lain sebagainya.

Untuk menarik perhatian pengunjung, peserta kirab menyusun tumpeng dalam beraneka bentuk seperti naga, kapal, sosok petani dan lain sebagainya.

Di tengah lapangan Desa Sambirejo, terdapat gunungan dari alpukat setinggi kurang lebih 10 meter. Tumpeng dan gunungan tersebut dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung.

Pj Bupati Jombang berkesempatan mencicipi langsung alpukat khas Desa Sambirejo ini. Bahkan, Alpukat ini memiliki tekstur yang lembut, rasa yang manis, serta daging yang tebal.

Dalam acara tersebut, Pj Bupati Jombang juga menyerahkan bibit alpukat secara simbolis kepada kelompok tani. Harapannya, bibit ini dapat menambah ragam varietas alpukat di Wonosalam.(end)

KEMITRAAN EDITORIAL Artikel: Setelah Teks Konten (Below Content)

Media Rakyat Post Membuka Ruang Publikasi & Advertorial Bisnis

Sampaikan pesan brand, program institusi, atau rilis pers Anda kepada khalayak pembaca yang relevan dan terpercaya.

Redaktur & Jurnalis

redaksi

Jurnalis independen Media Rakyat Post yang fokus meliput isu kebijakan publik, ekonomi kebangsaan, dan investigasi mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN MELAYANG Ruang promosi eksklusif melayang di bawah layar tersedia untuk bisnis Anda.
Pasang Iklan →