Disdagrin Jombang Ajak Pedagang di Luar Kembali Masuk ke Dalam Pasar Ploso
JOMBANG, mediarakyatpost– Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) akan melakukan penataan ulang aktivitas perdagangan di Pasar Ploso. Pedagang yang saat ini berjualan di halaman dan depan pasar akan diajak untuk kembali beraktivitas di dalam area pasar.
Kebijakan ini sekaligus menjadi kejelasan terkait rencana pemanfaatan Terminal/Sub Terminal Ploso. Disdagrin memastikan untuk saat ini fokus diarahkan untuk mengoptimalkan ruang yang masih tersedia di dalam Pasar Ploso.
Kepala Disdagrin Kabupaten Jombang, Anjik Eko Saputro, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa upaya ini dilakukan agar Pasar Ploso dapat kembali dimanfaatkan secara maksimal.
“Pedagang yang ada di luar Pasar Ploso kita ajak untuk masuk kembali ke tempat semula. Kita carikan tempat yang masih ada atau yang kosong, dan tempat yang ditinggalkan pedagang lama akan kita isi kembali dengan pedagang baru,” ujar Anjik, Kamis (24/9/2026).
Menurut Anjik, kondisi di mana sebagian pedagang memilih berjualan di luar area pasar tidak terlepas dari upaya pedagang untuk mencari lokasi yang dinilai lebih ramai. Di sisi lain, ada lapak dan los di dalam pasar yang kosong karena ditinggalkan.
Jika kondisi tersebut dibiarkan, aktivitas perdagangan menjadi tidak terpusat. Karena itu, pemerintah berupaya menata kembali agar aktivitas jual beli dapat terkonsentrasi di dalam pasar.
Anjik memahami bahwa pertimbangan pedagang untuk berjualan di luar berkaitan dengan keramaian pembeli.
“Pedagang yang sebelumnya berjualan di luar, kita ajak untuk masuk kembali ke dalam pasar,” ujarnya.
Untuk itu, Disdagrin akan mendata dan memanfaatkan kios maupun los yang masih kosong agar dapat ditempati pedagang yang selama ini berjualan di halaman pasar.
Mengenai wacana pemindahan ke Terminal/Sub Terminal Ploso yang sebelumnya sempat berkembang, Anjik menjelaskan bahwa opsi tersebut masih belum bisa di jalankan, masih fokus pedagang yang diluar di arahkan masuk. .
“Rencana relokasi di terminal tidak jadi. Selama pedagang masih bisa masuk ke dalam pasar, kita masukkan semua ke dalam pasar. Pengaturannya seperti itu,” jelasnya.
Dengan demikian, pemerintah memilih untuk memaksimalkan fungsi Pasar Ploso yang sudah ada.
Penataan ini juga diharapkan dapat membuat kondisi halaman Pasar Ploso menjadi lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.
“Biar di halaman pasar terlihat bersih, indah, tertib dan nyaman,” kata Anjik.
Diharapkan dengan kembalinya pedagang ke dalam pasar, area halaman dapat difungsikan sebagaimana mestinya dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berbelanja.
Langkah penataan ini menjadi bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas di dalam Pasar Ploso. Pasar diharapkan tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga kembali ramai aktivitas jual beli.
Dengan penempatan ulang pedagang, pembeli diharapkan lebih mudah menemukan kebutuhan di dalam pasar, sementara pedagang mendapatkan kepastian tempat berjualan.
Anjik menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah mengoptimalkan kapasitas Pasar Ploso.
“Selama pedagang bisa masuk ke dalam pasar, kita masukkan semua pedagang ke dalam pasar,” pungkasnya. (Nic)





Tinggalkan Balasan